Rabu, 26 September 2012

ekstraksi


EKSTRAKSI

Ekstraksi atau penyarian adalah suatu kegiatan penarikan zat-zat yang dapat larut dari bahan yang tidak dapat larut dengan pelarut cair.

Ekstrak adalah
Sediaan kental yang diperoleh dengan mengekstraksi  senyawa aktif  dari simplisia nabati / hewani menggunakan pelarut yang sesuai.

Proses Ekstraksi :
  1. Dapat dipisahkan menjadi pembuatan serbuk , pembahasan, penyarian , dan pemekatan .
  2. Umumnya akan bertambah baik jika permukaan serbuk simplisia yang bersentuhan dengan cairan penyaring makin luas, makin halus serbuk simplisia seharusnya makin baik ekstraksinya.
  3. Tetapi tidak selalu demikian, karena ekstraksi  masih tergantung juga pada sifat fisik dan kimia simplisia yang bersangkutan.
  4. Perkolasi salah satu metode ekstraksi yang menggunakan alat.
  5. Serbuk yang terlalu halus juga akan mempersulit penyaringan .
Ekstraksi dipengaruhi oleh :
  1. Derajat kehalusan serbuk 
  2. Perbedaan konsentrasi
Faktor Pemilihan cairan penyari :
  1. Murah , mudah diperoleh
  2. Stabil secara fisik dan kimia
  3. Air : murah , mudah didapat dan stabil
 

Cara Ekstraksi :
  1.  Maserasi
  2. Perkolasi
  3. Infundasi
  4. Distilasi Uap 



GAMBAR PERKOLASI



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3tyq2kvvsQXzu7mgwGBzxpG9C1ouxz0QGN5655wgVeGOeam7aKohiBOQ0qoNztmvHbt3tmzEHlc4VkGojSUgY4IjyHlEqd4vWMeOCS7PpU_aleBtRB4s8QlaW016HNqQ_tmsyQyfYZpbX/s400/ekstraksi+bunga-4.JPG

Rabu, 19 September 2012

Peduli Lingkungan

Peduli lingkungan adalah seseorang harus mampu mengerti lingkungan nya , dimana dia harus bisa mencipta kan suasana yang membuat sehat dan enak untuk dipandang .Hal itu bisa dilakukan dari kebiasaan kita sehari hari .
Contoh nya bisa seperti :membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan sekitar kita.

Kedewasaan diri

Kedewasaan diri adalah seseorang yang mampu berfikir maju , berfikir positif , mengerti mana yang baik dan mana yang buruk , dan bisa memutuskan suatu hal atau permasalahan dengan amat tenang dan mampu memahami apa yang akan dia lakukan .

Keterbatasan dalam berfikir

Keterbatasan dalam berfikir adalah keterbatasan dalam manusia entah mungkin karena dari keturunan,  dia berfikir tidak tepat, melainkan berfikir secara sangat lambat karena mungkin dia bingung membedakan apa yang akan di tentukan .
contohnya : bingung dalam mengerjakan soal perkalian , pengurangan , pembagian ataupun pertambahan .

Kamis, 30 Agustus 2012

SUSPENSI (ILMU RESEP)



1. Bahan pensuspensi dari alam.
        Bahan pensuspensi dari alam yang biasanya digunakan adalah jenis gom / hidrokoloid. Gom dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir. Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas cairan tersebut bertambah dan akan menambah stabilitas suspensi. Kekentalan mucilago sangat dipengaruhi oleh panas, PH, dan proses fermentasi bakteri.
a. Termasuk golongan gom :
Contonya : Acasia  (Pulvis gummi arabici), Chondrus, Tragacanth                                                    , Algin
b. Golongan bukan gom :
Contohnya : Bentonit, Hectorit dan Veegum.


2. Bahan pensuspensi sintesis
a. Derivat Selulosa
Contohnya : Metil selulosa, karboksi metil selulosa (CMC), hidroksi metil selulosa.
b.Golongan organk polimer
 Contohnya : Carbaphol 934.
3. Cara Mengerjakan Obat Dalam Suspensi
1. Metode pembuatan suspensi :
Suspensi dapat dibuat dengan cara :
  • Metode Dispersi
  • Metode Precipitasi
2. Sistem pembentukan suspensi :
  • Sistem flokulasi
  • Sistem deflokulasi
Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah :
a. Deflokulasi
  • Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain.
  • Sedimentasi yang terjadi lambat masing-masing patikel mengendap terpisah dan ukuran partikel adalah minimal.
  • Sediaan terbentuk lambat.
  • Diakhir sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi lagi.
b.Flokulasi
  • Partikel merupakan agregat yang basa
  • Sedimentasi terjadi begitu cepat
  • Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah terdispersi kembali seperti semula.

      4. Metode Presipitasi
·         Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut dalam air,dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang dapat dicampur dengan air, lalu ditambahkan air suling dengan kondisi tertentu. Pelarut organik yang digunakan adalah etanol, methanol, propilenglikol dan gliserin. Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah control ukuran partikel, yaitu terjadinya bentuk polimorf atau hidrat dari kristal. ( Farmasetika , 165 )

5. Metode Dispersi
·         Serbuk yang terbagi halus, didispersi didalam cairan pembawa. Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air. Dalam formulasi suspensi yang penting adalah partikel – partikel harus terdispersi betul di dalam air, mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air, kadang – kadang sukar. Hal ini di sebabkan karena adanya udara, lemak dan lain – lain kontaminan pada permukaan serbuk . ( Farmasetika , 165 )







by : (Novita Setiorini) (Smk Kesehatan Surabaya XI Farmasi)



Minggu, 26 Agustus 2012


Nama : Novita Setiorini
No.Absen : 12
Kelas : XI FARMASI

Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf Tata Usaha
Dan teman-teman yang saya cintai

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang Narkoba.

Di Indonesia jumlah pengguna narkoba begitu besar, karena lemahnya penegakan hukum di Indonesia para pengedar internasional dapat bekerja sama dengan warga negara Indonesia dan memperoleh keuntungan yang besar. Penyalahgunaan Narkotika dan zat aditif lainnya itu tentu membawa dampak yang luas dan kompleks. Sebagai dampaknya antara lain perubahan perilaku, gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja secara drastis, kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya.

Penyalahgunaan narkoba dapat dicegah melalui program-program diantaranya mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, tidak bergaul dengan pengguna atau pengedar narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan untuk menggunakan narkoba. Pengguna narkoba biasanya lebih didominasi oleh para remaja dan anak sekolah.

Sekolah juga memberikan penyuluhan kepada para siswa tentang bahaya dan akibat dari penyalahgunaan narkoba melalui Guru BP, diskusi yang melibatkan para siswa dalam perencanaan untuk intervensi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Program lain yang cukup penting adalah program waspada Narkotika dengan cara mengenali ciri-ciri siswa yang menggunakan narkoba, mewaspadai adanya tamu yang tak dikenal atau pengedar, melakukan razia dadakan.

Biasanya pengedar maupun pemakai di sekolahh telah paham betul program-program disekolah untuk pencegahan pengguna atau pemakai disekolah, mereke tentu saja mengantisipasinya dengan sebaik yang mereka bisa. Sepintar apapun kiat mereka, ibarat sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Jurus-jurus jitu menghindari deteksi sekolah memang mereka kuasai, tapi mengingat sifat narkoba yang adiktif dan menutut dosis yang lebih tinggi maka disiplin cara aman akan terkuak juga

Untuk itu marilah kita hindari dan jauhi serta ikut memberantas penggunaan narkoba. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan saya akhiri.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb..